Senin, 07 Februari 2011

TPA

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Setiap  orang  tua  muslim  menyadari  bahwa  pada  hakikatnya  anak  adalah amanat Allah SWT yang dipercayakan (diamanatkan) kepada dirinya. Kesadaran para orang tua muslim akan hakikat anak mereka sebagai amanat Allah SWT sepantasnya ini ditanggapi dengan penuh tanggung jawab. Setiap muslim pasti menyadari bahwa Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya agar mengemban amanat itu dengan baik. Dengan demikian, maka orang tua   pantang mengkhianati amanat Allah SWT. Dan hukum mengemban amanat-Nya pun wajib bagi mereka. Dari  sekian perintah Allah SWT yang berkenaan dengan amanat-Nya yang berupa anak adalah bahwa setiap orang tua  wajib mengasuh dan mendidik anak-anak dengan baik dan benar, agar mereka tidak menjadi anak-anak yang lemah iman dan tumbuh dewasa menjadi generasi yang saleh. Inilah salah satu tanggung jawab orang tua. Dengan begitu Pendidikan anak-anak sejak kecil harus mendapat perhatian terutama dalam pendidikan akhlak agar anak mereka tidak menjadi anak-anak yang lemah iman dan tumbuh dewasa menjadi generasi yang soleh dan solekhah. Untuk melaksanakan pendidikan ini tidak hanya terletak pada lembaga   formal   (sekolah)   tapi   terutama   keluarga   dan   juga   lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan masyarakat, misalnya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA).


PEMBAHASAN
B.     Sejarah TPA Tunas Melati
                  Sejarah berdirinya TPA Tunas Melati tidak terlepas dengan adanya Masjid Tunas Melati yang menjadi fungsi pokok dan sebagai tempat kegiatan TPA Tunas Melati. TPA Tunas Melati sebagi tempat pendidikan yang terletak di masjid tunas melati tegal melati, muja-muju Umbulharjo untuk anak-anak usia dini guna untuk menuntun perkembangan sikap dan prilaku yang berprilaku akhlakul karimah. Dengan harapan nanti bisa menjadi bekal perkembangan selanjutnya yaitu ketikat remaja. Dengan adanya hal tersebut anak memilki bekal prinsip dalam menaungi kehidupan pada saatnya.
                  TPA Tunas Melati mulai dirancang karena melihat kondisi masyarakat tegal melati yang semakin maju ini semakin jauh dari pendidikan agama islam.maka kemudia munjulah kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh pihak masjid dengan kmenjalin kerja sama dengan para pemuda tegal melati.sebelum modern tpa tunas melati pernah jaya karena terpengaruh oleh zaman ke emasan masjid tunas melati.akan tetapi lambat laun mengalami kemunduran baik dari segi personel,tenaga pengajarnya yang semakin sedikit serta donatur yang sudah tidak ada sehingga sulit perkembangannya.

C.    MISI dan misi
Visi :
 “Membentuk Generasi Qur’ani, yang dapat Mengenal, Membaca, Memahami, Mengamalkan, dan Memasyarakatkan Al-Qur’an”
 Misi
·         Menyelengarakan pendidikan anak yang sistematis, terarah dan profesional.
·         Memberi pelayanan dan membantu masyarakat di bidang pendidikan.
D.    TUJUAN

v  Membekali peserta didik dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunah sedini mungkinagar terbentuk pribadi islami.
v  . Menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan serta akhlaq yang sholeh sesuai taraf perkembangannya.
v   Mendorong perkembanan psikis, fisik, intelektual dan sosial secara optimal sesuai tingkat perkembanan anak dan selaras denan nilai-nilai Islam.

E.     Materi Pelajaran
Sesuai dengan tujuan dan targetnya, maka materi pelajaran dibedakan menjadi dua macam yaitu materi pokok dan materi tambahan. Yang dimaksud materi pokok adalah materi yang harus dikuasai benar oleh setiap santri dan dijadikan tolok ukur keberhasilan santri. Sebagai materi pokok santri adalah belajar membaca Al-Qur’an dengan menggunakan buku iqro’ jilid 1-6
 Bila santri telah menyelesaikan jilid 6 dengan baik,  dapat dipastikan ia dapat membaca Al- Qur’an  dengan  benar.  Untuk  selanjutnya  ia  mulai  belajar  membaca  Al-Qur’an. Adapun   materi   tambahan   adalah   materi   yang   belum   dijadikan   syarat   untuk menentukan lulus tidaknya santri tersebut. Sebagai  materi  tambahan  adalah  :  Hafalan  bacaan  shalat  dan  prakteknya, hafalan doa sehari-hari, hafalan surat-surat pendek, hafalan kalimat thoyibah, bermain cerita, ibadah,aqidah dan akhlak
Materi: TPA tunas melati
1.      Belajar Membaca Alqur'an dengan metode Qiroaati
2.      Aqidah/keimanan dipelajari dengan metode narasi/deskriptif yang menarik dan membangkitkan keimanan
3.      Fiqh/Ibadah dipelajari dengan praktek langsung dan menghafal do'a-do'a yang sesuai dengan sunnah Rasul
4.      Akhlaq Islam disampaikan dengan narasi/deskriptif yang memberi motivasi untuk melaksanakannya.
5.      Menyanyi dan bercerita dengan cerita-cerita teladan dilaksanakan untuk memperkuat hafalan dan pemahaman setiap materi yang disampaikan.
6.       "Team building" yang disampaikan dengan simulasi dan permainan.

E.     Tujuan dan Target TPA Tunas  Melati
Kurikulum dan Pola Penyelenggaraan  Pendidikan (KP3) Taman Pendidikan Al-Qur’an bertujuan :
1.      Menyiapkan  para  santri  agar  tumbuh  dan  berkembang  menjadi  pribadi  yang Qur’ani, mencintai Al-Qur’an sebagai pedoman dan pandangan hidup.
2.      Sebagai  lingkungan  pergaulan  yang  sehat  dan  Islami,  hal  ini  penting  bagi perkembangan jiwa anak, utamanya dalam proses sosialisasi
3.      Secara lebih khusus mulai membekali para santri dengan kemampuan berpikir kreatif, mengembangkan dan mengasah potensi kepemimpinan yang ada pada dirinya.
Sedang untuk mencapai tujuan di atas ditentukan target operasional yaitu:
Ø  Santri mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah- kaidah ilmu tajwid
Ø  Santri mampu terbiasa melaksanakan shalat 5 waktu serta terbiasa hidup dengan adab-adab Islam sesuai dengan tingkat perkembangan jiwanya
Ø  Santri hafal doa sehari-hari, mengerti cara menulis huruf-huruf Al-Qur’an.

Ø  Santri   mengenal   dan   memahami   dasar-dasar   berfikir   kreatif   dan   teknik ketrampilan kepemimpinan sesuai dangan tingkatnya.
Problem yang ada di TPA Tunas Melati
1.      Kondisi anak yang sulit di atur karena kebiasaan dan pergaulan
2.      Personel ustadz dan ustadzah yang masih perlu banyak
3.      Tempat untuk pembelajaran yang belum mencukupi karena harus numpang di TK
4.      Dukungan dari wali santri sangat kurang karena banyak wali santri yang terdiri   dari  tingkat  sosial  ekonomi  dan  tingkat pendidikan orang tua/masyarakat yang relatif masih rendah.

Saran  yang  disampaikan  dalam  penelitian ini  yaitu  
1.Bagi  TPA  hendaknya menguasai   manajemen   penyelenggaraan   TPA   dengan   baik,   penyuluhan   yang dilakukan TPA kepada masyarakat hendaknya untuk lebih ditingkatkan lagi.
2.Bagi orang tua santri dan masyarakat hendaknya terus meningkatkan dukungan terhadap keberadaan   TPA   baik   dukungan   material maupun   spirituil.
3.Bagi   anak/santri hendaknya mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh dan rajin serta membantu kelancaran pembinaan dengan cara menjalankan hak dan kewajiban sesuai peraturan di TPA.

Tidak ada komentar: